Aktivis muda nan kontriversial ini tidak henti hentinya mengobrak abrik tatanan Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi yang di anggap kurang tepat


Banyuwangi | www.jejakkasus.info - Aktivis muda nan kontriversial ini tidak henti hentinya mengobrak abrik tatanan Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi yang di anggap kurang tepat. Di temui usai dari BAPEDA Yunus menjelaskan hasil pertemuanya dengan Kabag Kesra."Saya menemui P.Amir, hal ini saya lakukan karena saya merasa risih dengan kenyataan bahwa sudah 2 tahun ini Banyuwangi mengalami devisit anggaran, beliau sudah menjelaskan terkait hal hal yang saya pertanyakan, salah satunya tentang anggaran daerah dan sumber PAD. Dari penjelasan beliau saya ambil kesimpulan kalau prestasi yang di peroleh Banyuwangi selama ini yang katanya masuk 3 Kabupaten terbaik ternyata hanyalah hasil pencitraan dari Bupati. Sangat berbeda dengan kenyataan di lapangan, silahkan Pemda memberikan pembelaan terhadap pernyataan saya ini" jelasnya."Contoh saja, katanya Banyuwangi termasuk Kabupaten terbaik dalam perencanaan anggaran, tapi kenyataan di lapangan jauh beda, banyak kontraktor yang mengeluh karena tidak terbayar, bahkan ada kebijakan kebijakan yang saya rasa sangat memberatkan pengusaha bahkan rakyat kecil hanya demi mengejar PAD dan menutupi devisit anggaran yang sudah di gunakan secara amburadul, dan tidak mengena pada masyarakat seperti penyelenggaraan 77 festival yang jadi agenda Kabupaten Banyuwangi, itu untuk siapa?. Sedang contoh kebijakan yang menurut saya memberatkan rakyat itu seperti pajak rumah makan sampai 10 %, ini mereka yang makan harus terbebani dengan pajak, yang akhirnya banyak pelanggan yang enggan makan, kalau kebijakan itu di berlakukan di resto resto tidak begitu bermasalah, ini warung makan kelas pinggir jalan juga kena pajak 10 %, kedua pajak jual beli tanah lewat NJOP yang mencapai 25-30%, ini gila namanya, ya kalau kelas tanahnya di perkotaan, kalau di pedesaan jadi sangat memberatkan masyarakat. Banyuwangi itu luas, silahkan menentukan besaran pajak untuk mensuplai PAD asal tidak memberatkan masyarakat" papar Yunus.Di tanya terkait tanggapan Yunus umpama ada pihak Pemda yang mengajak mediasi dengan keras Yunus menjawab "Saya tidak butuh mediasi, saya tidak butuh ketemu Bupati Anas, Bupati jangan hanya sibuk mengadakan pencitraan saja, bagi saya ketemu atau tidak itu sama saja, yang saya inginkan dengan semua yang saya lakukan ini adalah terjadinya perubahan pada kebijakan kebijakan yang salah dari Pemda Banyuwangi" tegasnya.Terkait tindak lanjut dari semua temuan data di lapangan Yunus menjelaskan kalau semua temuan temuan itu akan dilaporkan ke KPK, terutama masalah dana Hibah dan Bansos untuk NU. "Dari semua data terkait dugaan penyelewengan dana Hibah sudah saya lengkapi, saya akan segera laporkan ke KPK" pungkas Yunus.(Tim JK Bwi)Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya. (Tim9).
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel