Tidak Ada Upaya Penindakan, "Bandit Kayu" Terus Melakukan Pembalakan.


WWW.JEJAKKASUS.INFO | Perusakan kawasan hutan diwilayah Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu berlanjut, anehnya aksi pembalakan oleh para bandit kayu itu terkesan di biarkan begitu saja tanpa ada upaya tindakan oleh aparat yang berwenang daerah ini, Kamis (11/10/18) tepatnya dikawasan pondok pusaka kembali terdapat tumpukan kayu gelondongan dengan ukuran mulai dari diameter 50 cm hingga 100 Cm, kayu itu diduga milik CV. Marantika.

Kegiatan pembalakan kayu oleh CV Maratika sudah berlangsung cukup lama dengan modus pemanfaatan limbah perusahaan perkebunan PT. CBS, namun sejauh ini petugas yang berwenang belum pernah melakukan cek tunggul untuk membuktikan kalau kayu itu betul di ambil sesuai dengan izin lokasi pemanfaatan limbah perusahaan.

Menyikapi persoalan itu Tokoh pemuda Kaur Aprin Taskanyano SE, sangat menyayangkan sikap dingin dari petugas dalam hal ini pihak Kehutanan Provinsi Bengkulu dan aparat penegak hukum yang terkesan tidak mau ambil tahu persoalan pembalakan kayu tersebut.

"Seharusnya petugas kehutanan dan aparat penegak hukum Provinsi Bengkulu Khusus Kabupaten Kaur mencari kebenaran dengan melakukan cek tunggul terkait persoalan pembalakan kayu oleh CV. Marantika, untuk membuktikan apakah kayu itu betul diambil dari limbah perusahaan atau bukan, bila dilihat dari besarnya lingkaran kayu yang ada kuat dugaan kalau kayu tersebut diambil diluar lokasi izin perusahan perkebunan, sebab kecil kemungkinan di areal lokasi perkebunan milik PT. CBS masih terdapat kayu dengan ukuran tersebut" katanya.

Oleh karena itu Ia menilai aparat penegak hukum terkesan tidak serius menyikapi persoalan pembalakan kayu oleh CV. Marantika, terbukti hingga kini kegiatan penebangan kayu terus berlanjut, "jika memang betul kayu itu barasal dari pemanfaatan limbah perkebunan itu tidak jadi masalah, tapi masalahnya, sejauh ini aparat belum pernah melakukan pembuktian dengan mengecek langsung kelapangan, jika ada itupun tidak pernah terekspos dimedia apa hasil mereka terjun kelapangan itu" tutur Aprin.

Bahkan ketua aktivis ini menduga dalam persoalan pembalakan kayu ini terindikasi adanya kongkalingkong antara aparat dengan pengusaha pemilik kayu, sehingga terkesan adanya pembiaran terhadap tindakan para bandit kayu tersebut, ujarnya. (Iwan)
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel