Harga Sawit Terus Anjlok Ekonomi Masyarakat Melemah.

www.jejakkasus.info | Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu terus mengalami penurunan, dimana harga pasaran jual petani kepada penampung (toke) saat ini Rp. 7.50/kg, anjoloknya harga TBS itu memicu lemahnya perekonomian masyarakat.

Masyarakat Kabupaten Kaur mayoritas berprofesi petani, salah satu komoditi yang menjadi unggulan perkebunan sawit, dengan anjloknya harga TBS membuat ekonomi masyarakat semakin sulit, dan hidup dalam kesusahan, sementara kebutuhan hidup meningkat, mulai dari kebutuhan sehari sampai dengan untuk biaya pendidikan anak, keluh Suhaimi Warga Kecamatan Tanjung Kemuning 20 Oktober 2018.

Bak jatuh tertimpa tangga, begitulah perumpamaan nasib yang dialami petani sawit daerah ini, bagaimana tidak, dengan anjloknya harga sawit kebun masyarakat banyak yang tidak terawat karena hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikekuarkan, " hasil panen menurun biasanya 1 hektar bisa menghasilkan TBS 1,5 ton, tapi kalau sekarang hanya 700-800 kg/dua minggunya, dengan harga sawit 750/kg kami tidak bisa lagi menyisihkan untuk biaya perawatan, seperti untuk pembelian pupuk," ujarnya.

Hal yang sama dikeluhkan Yaman Hata, ia berharap kepada Pemerintah untuk bisa mencari solusi terhadap anjloknya harga TBS ini agar tidak berlarut, " kalau harga sawit ini tidak mengalami peningkatan maka kami petani akan semakin melarat dan sengsara jangankan untuk memenuhi pendidikan anak ke jenjang lebih tinggi untuk kebutuhan sehari hari saja susah" katanya. (Iwan)
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel