KAPOLSEK LAHUSA DINILAI TIDAK ADA PELAYANAN PRIMA KEPADA KORBAN KASUS PENGANIAYAAAN

Lahusa | www.jakkasus.info - 28/09/2018

Polsek merupakan sebagai tempat pelayanan pengaduan dan pelindungan hukum untuk perlindungan masyarakat yang tertindas hukum dalam bidang pengamanan masyarakat
serta memberikan laporan dalam hal ini melayani masyarakat melindungi dan mangayomi.

Namun anehnya Polsek Lahusa tidak ada trasparansi dan akutabel sebagai pelayanan prima kepada masyarakat yang tertindas hukum dalam kasus penganiayaan.
Ketika hal ini salah seorang masyarakat yang tertindas hukum atas yang menimpah dirinya sebagai kasus penganiayaaan dalam hal ini sebagai korban ARIANTI Harefa yang berdomisili di desa Sihare'o Kecamatan Somambawa Kabupaten Nias Selatan meminta perlindungan hukum atas kasus tersebut.

ketika awak media jejakkasus.info mendapingin pihak korban dalam kasus penganiayaan tersebut namun kenyataanya di lapangan ketika mendatangi Polsek Lahusa pihak oknum-oknum Personil Kepolisian menghambat dan menghalangi wartawan dalam melakukan peliputan.

pada awalnya ketika awak media hadir dan tiba di polsek lahusa Pukul 11: 30 wib namun tak seorangpun oknum personil kepolisian yang hadir di kantor.

Tak lama kemudian dua orang personil bersama rekan-rekanya langsung memanggil pihak korban untuk mengambil keteranganya,

Korban dalam hal ini ARIANTI Harefa langsung dilidik di ruangan Kanit intel BRIPKA IQBAL DAULAY

Pada saat pantauan awak media ketika R.H langsung dilidik dan dimintai keteranganya pihak oknum personil tersebut membentak pihak korban dan juga dipersulit dalam pengembangan laporan pengaduan pihak korban.

Dengan demikian ketika Pihak korban mengatakan kepada awak media seusai dilidik ianya mengatakan saya merasa kecawa atas pelayanan oknum personil kepolisian polsek Lahusa tidak ada pelayanan prima, dan juga saya di bentak-bentak ketika saya dilidik apalagi saya sebagai status Korban dalam hal ini, yang anehnya lagi laporan saya seakan-akan tidak benar, saya menduga disini pihak Polsek Lahusa bersama anggotanya ada permainan kongkalikong untuk membenarkan laporan si pelaku.
dengan adanya kongkalikong Polsek Lahusa dengan anggota dan juga bersama pihak pelaku maka nama citra kepolisian akan buruk di hadapan masyarakat. tuturnya.......

Pihak Ormas dan LSM dan juga Pers Meminta kepada Polres Nias Selatan dan juga Polsek Lahusa agar laporan pengaduan Arianti Harefa semoga dapat di proses secara hukum dan seadil-adinya dan jangan ada permainan pihak pelaku dengan oknum kepolian sengkongkol untuk tidak menegakan keadilan.

Bila hal tersebut tidak menegakkan supremasi hukum maka kami dari ormas,LSM dan Pers meminta Kepada Kapolda Sumatera Utara agar segera Copot Kapolres Nias Selatan Bersama Kapolsek Lahuasa.
(Tem-Red)
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel