Soal Pelanggaran PT. APLS, Besok Sekdes Sulauwangi Akan Lapor Kepolres. 


WWW.JEJAKKASUS.INFO | BENGKULU -, Besok hari senin 9 juli 2018 Sekretaris Desa Sulauwangi Alpi Usiman akan mendatangi Polres Kaur untuk menyampaikan  laporan secara tertulis, terkait dugaan pelanggaran pengambilan air di Sungai Sulauwangi  oleh PT. APLS.


Ancaman Pemerintahan Desa Sulauwangi  yang ingin melaporkan Manajemen PT. APLS terkait pengambilan air di sungai Salauwangi tanpa ada Izin bukan hanya slogan, hari senin besok Sekdes Desa Sulauwangi akan mendatangi Polres Kaur untuk menyampaikan laporan rasmi.
 


Tindakan itu merupakan bentuk keseriusan aparat Pemerintahan Desa Sulauwangi dalam menyikapi segala persoalan yang terjadi di desa,  apa lagi tindakan PT. APLS tersebut dianggap telah melecehkan, dan pembodohan terhadap  Pemerintahan Desa,  padahal izin yang dikeluarkan Pemerintah Daerah lokasi pengambilan air permukaan di Sungai Beriang, tutur Alpi. 


" surat izin yang diberikan oleh Pihak PT. APLS kepada Kepala Desa Sulauwangi beberapa waktu lalu itu untuk izin pemanfaatan atau pengambilan di Sungai Beriang bukan Air Sulauwangi, tapi meskipun demikian   pengambilan air di Sungai Sualau itu tetap dilakukan oleh pihak perusahaan meskipun tanpa ada izin dari Pemerintahan dan Kabupaten" jelasnya. 



Untuk diketahui dalam surat Nomor : 86 tahun 2013 tentang pemberian Izin pengambilan dan pemanfaatan air permukaan kepada PT. APLS, dijelaskan bahwa pemberian izin pengambilan serta pemanfaatan air permukaan, Kepada Ir. H. Sitorus sebagai Mill Manager PMKS PT. Anugerah Pelangi Sukses, dengan ketentuan bahwa sumber Air yaitu Sungai Beriang Tinggi Desa Bering Tinggi Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, adapun jenis peruntukan pemenfaatan air permukaan,  tujuan penggerak turbine, dengan cara pengunaan saluran pengantar. 


Artinya bila menyimak  isi dari  surat izin yang dikeluarkan  DPMPTSP kaur kuat dugaan pihak manajemen PT. APLS telah melakukan pelanggaran terhadap surat izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dimana dalam surat tersebut di jelaskan bahwa Izin pengambilan air bertempat di Sungai Beriang,  dengan cara pengunaan saluaran pengntar.


Sedangkan untuk saat ini pengambilan air yang dilakukan oleh PT. APLS dengan cara mobilisasi, itupun tempat pengambilan air tidak sesuai dengan yang tertulis dalam surat Izin. (Iwan
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel