Pengacara F.Z. Angkat Bicara, "Bantah Kliennya Sebagai Otak Pembobolan Uang Nasabah BRI Lotu"

Gusit | www.jejakkasus.info -, 10/07/218

Penasihat Hukum Faonasoki Zega (FZ), Rudolf Naibaho, kecewa atas pengiringan opini yang dibangun terhadap kliennya sebagai otak pelaku hilangnya uang nasabah di BRI cabang Lotu kabupaten Nias Utara.

Rudolf mengatakan, upaya pengiringan opini itu keliru serta tidak menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh pihak penyidik Polres Nias.

Sebelumnya, FZ sebagai Kepala Cabang Prudential Nias telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Nias karena terlibat
hilangnya uang nasabah di BRI cabang Lotu.

"Sebelum ada putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, maka tidak ada yang boleh seorangpun baik itu orang perorangan ataupun badan hukum dan maupun instansi pemerintah yang mendahului putusan pengadilan dengan menghakimi klien kami FZ sebagai otak pelaku," kata Rudolf, Selasa (10/7).

Rudolf menuturkan, selain FZ, Polres Nias juga telah terlebih dahulu menetapkan dua orang tersangka atas kasus tersebut dan akan segera disidangkan di Pengadilan. Namun FZ tidak ikut bersamaan dengan dua tersangka lain dan kembali dilakukan proses ulang. Padahal saat dilakukan penyidikan FZ juga memberikan keterangan pada penyidik sama seperti dua tersangka lainnya.

"Artinya kalau memang dari awal ada keterlibatan FZ dalam kasus kehilangan uang nasabah BRI Lotu tersebut, maka berkas tersebut naik bersamaan," ujar Rudolf.

Rudolf memaparkan, selaku penasehat hukum FZ dirinya meminta pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan secara objektif terkait kasus ini. Menurutnya, kasus ini banyak pihak yang terlibat.

"Misalnya dalam kejadianya pembobolan uang nasabah Prudential, kami melihat terbitnya surat kehilangan KTP baru,  buku tabungan dan juga ATM baru tidak lepas dari bantuan dan kerjasama pihak terkait. Kami minta agar pihak-pihak terkait tersebut diperiksa dan apabila terbukti untuk dapat kiranya di proses secara hukum," jelasnya.

"Karena pertanggungjawaban pidana tidak hanya melekat pada orang yang secara langsung melakukan perbuatan pidana tersebut, namun melekat juga pada orang yang membantu melakukan tindak pidana tersebut," tambahnya.

Rudolf menambahkan, sejauh ini penasihat hukum tidak menemukan adanya keterlibatan FZ dalam proses pembobolan uang nasabah. Dan tidak ada satupun terbuktinya aliran dana ke FZ. Semuanya hanya sekedar penilaian-penilaian subjektif.

"Kami juga selaku penasihat hukum  FZ akan melakukan upaya-upaya hukum yang di perkenankan oleh aturan hukum yang ada di wilayah NKRI seperti praperadilan dan upaya-upaya hukum lainya." Pungkasnya.

(Penulis : Okta N)
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel