Lambannya Penuntasan Sejumlah Kasus Korupsi Kejari Kaur Dituding "Mandul"

WWW.JEJAKKASUS.INFO | BENGKULU-, Lambannya penuntasan sejumlah kausus dugaan tinndak pidana korupsi yang dilaporkan  oleh masyarat kepada Kejaksaan Negeri Kaur,  menuai keritikan tajam dari sejumlah elemen masyarakat bahkan dituding "mandul" hal itu ditegaskan Ketua Aktivis Kaur Aprin Taskan Yanto.  Selasa (17/87'18).


Menurutnya, hukum di kaur belum bisa menjadi panglima keadilan hal itu dapat dilihat dari sejumlah kasus yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kaur hingga saat ini belum mempunyai kepastian hukum,  mulai dari dugaan korupsi Dana BOK Puskesmas  sampai dengan laporan dugaan penyimpangan  pengunaan Dana Desa tahun 2016 lalu, setidaknya tercatat 17 desa yang ada di Kabupaten  Kaur yang terlapor ke Kejaksaan Negeri  Kaur, namun sampai sekarang baru satu desa yang sudah menjalani hukuman melalui keputusan pengadilan, sedangkan sisanya sampai kini belum ada kejelasan. 


Dikatakannya,  seharusnya pihak kejaksaan harus bisa bekerja lebih serius profesional  dan menjadikan hukum bak sebuah piasau bermata dua tajam keatas dan kebawah dalam menangani sebuah kausus serta transparan, sama halnya dengan proses hukum Dana Desa tahun 2016 lalu,  semestinya Kejaksaan dapat memberikan penjelasan ke publik melalui expost dimedia memberikan penjelasan  sudah sejauh mana pengusutan sejumlah Kasus Dana Desa tersebut, sebab secara kasat mata dugaan penyimpangan Dana Desa sudah sangat jelas, seperti Dana Desa Geramat dimana kegiatan fisiknya tidak dapat di selesaikan seratus persen, tapi ironisnya pengusutan  kasus DD Geramat dihentikan dengan alasan kerugian negara tidak mencapai Rp. 50 juta. 


Dengan tidak adanya penyelesaian terhadap sejumlah kasus Dana Desa itu maka dalam waktu dekat  kami aktivitas kaur kembali akan melaporkan  kenerja Kejaksaan Negeri Kaur ke Kejaksaan Agung RI, saya berharap kepada Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan Jamwas  Kejagung untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya proses hukum di Kabupaten Kaur, tegasnya.



Sedangkan Kepala Kejaksaan Negeri Kaur Douglas Pamino Naigolan,SH,MH melalui Kasi Pidsus Ricky Musrizal, SH saat di konfirmasi diruang kerjanya Rabu, (18/07/18), mengatakan sejauh ini ada dua Desa pengusutan Kasus Dana Desa dihentikan, yaitu Desa Geramat dan Desa Sumber Harapan, penghentian itu dilakukan karena dari  hasil pemeriksaan nilai kerugian negara dibawah lima puluh juta,  jelasnya.   (Iwan) 
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel