Alex Asmasoebrata Relawan Kutu Loncat Pembela Orang Kaya.


WWW.JEJAKKASUS.INFO | Publik Jakarta ataupun Indonesia yang zaman old pasti tau siapa Alex Asmasoebrata, sosoknya dikenal sebagai pembalap nasional yang sarat prestasi, tapi dihari tuanya saat dia berkecimpung didunia politik praktis rupanya tidak membuat masa lalunya yang gemilang untuk berfikir jernih.

Baca Juga: Alex Asmasoebrata Relawan Kutu Loncat Pembela Orang Kaya.

https://detikkasus.com/alex-asmasoebrata-relawan-kutu-loncat-pembela-orang-kaya/


Lewat relawan besutannya Anis Sandi Center (ASA Center) bekas pembalap ini seolah memanfaatkan kemenangan Anis – Sandi untuk kembali menancapkan namanya dibenak masyarakat. Namun sayang kali ini Alex Asmasoebrata berkiprah tidak dengan prestasinya tapi lebih pada arogansinya.

Alex Asmasoebrata sepertinya lupa bahwa kemenangan Anis-Sandi melibatkan puluhan bahkan ratusan gerbong relawan pendukung Paslon Gubernur DKI tersebut hingga terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta yang mengalahkan Basuki Tjahaya Purnama. Alex Asma Soebrata diketahui memanfaatkan kemenangan Anis –Sandi untuk menakut-nakuti Birokrat dan masyarakat awam.

Apa yang terjadi pada PLT Kepala Dinas Perumahan DKI dan juga Pehimpunan Penghuni Apartemen Bellezza misalnya, Alex Asmasoebrata seolah memakai jargon keberpihakan Anis –Sandi terhadap masyarakat kecil juga berlaku pada oknum penghuni Apartemen mewah dengan harga hunian hingga milyaran rupiah. Alex juga dengan dalih menegakkan Konstitusi tidak segan membela orang kaya pemilik apartemen untuk motif tertentu.

Alex lupa bahwa amanat konstitusi itu mensejahterahkan fakir miskin dan anak-anak terlantar bukan janda kaya semacam Yvonne Rusdi yang punya harta milyaran dan mendapat tunjangan bulanan dari bekas suaminya. Alex melalui ASA Centernya merasa berjasa dengan membela Yvonne Rusdi yang diketahui bermasalah dengan pengelola apartemen Bellezza Permata Hijau lantaran si Janda kaya itu tidak membayar iuran wajib sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih konyol lagi Alex menganggap hal itu sebagai prestasi. Padahal, jika masyarakat dan Gubernur Anis –Sandi mendapat informasi berimbang maka pasti akan menegur prilaku oknum timsesnya yang diketahui mendukung Anis –Sandipun setelah jagoan mereka kalah di putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2016 lalu.

Bayangkan saja Alex Asmasoebrata dengan jumawanya membuat siaran pers seolah-olah dia sebagai pahlawan dan menjalankan program Anis Sandi lantaran ikut menggeruduk apartemen Bellezza demi membela janda kaya yang tidak mau memenuhi kewajibannya membayar iuran wajib di Apartemen seperti pemilik ataupun penghuni apartemen lainnya.
Alex juga diketahui melakukan manuver dibeberapa apartemen mewah lainnya di DKI Jakarta dengan cara melakukan provokasi terhadap oknum-oknum penghuni apartemen yang ingin mendapatkan keistimewaan dari pengelola. Berikut daftar nama apartemen yang ditenggarai akan diBellezzakan selanjutnya:

1. Mangga Dua Mall – koordinator, Kahar Winardi.
2. East Point – Koordinator, Nugroho
3. ITC Mangga Dua – Koordinator, Kho Seng Seng
4. Gading Resort Residence – Koordinator, Aritanto
5. Mediterania Palace Residences – Koordinator, Gunawan Sutjiadi
6. Mediterania palace Residences – Koordinator, Triana Salim
7. East Park – Koordinator, Hidayat
8. The Bellezza PH – Koordinator, Yvonne Rusdi
9. Northland Ancol Residences – Koordinator, Rendi Utomo

Semoga para penghuni yang baik, pengelola dan karyawan di Apartemen-apartemen tersebut diatas bisa waspada.

Alex tidak sadar bahwa apa yang dilakukannya akan merugikan para pelaku usaha dan masyarakat kecil seperti security, cleaning service, para penjaga parkir dan beberapa profesi lainnya yang menjadi bagian dari managemen pengelola Apartemen. Masyarakat bisa membayangkan bagaimana jika prilaku Yvonne Rusdi yang di back up Alex Asmasobrata menular ke semua penghuni apartemen dan menolak membayar iuran wajib, apa gak bangkrut managemen dan apa tidak kehilangan pekerjaan rakyat kecil yang cuma jadi satpam, cleaning service, parkir dan profesi lain lantaran pihak pengelola apartemen tidak bisa membayar gaji mereka yang bersumber dari iuran penghuni.

Alex seolah faham betul bagaimana mengkapitalisasi kemenangan Anis –Sandi dengan cara memakai bendera organ relawannya untuk menakut-nakuti birokrasi dan masyarakat umum demi kepentingannya membela orang-orang kaya pemilik apartemen yang membandel. Alex tidak tahu bahwa banyak orang miskin di Jakarta yang butuh dibantu saat mereka diputus aliran listriknya oleh PLN ataupun aliran airnya oleh PDAM lantaran tidak mampu membayar kewajiban bulanan. Alex jelas memaknai slogan pasangan Anis - Sandi yakni maju kotanya bahagia warganya dengan prilakunya yang membela orang-orang kaya entah demi kepentingan apa ?

Atas dasar ini sudah seharusnya Gubernur Anis-Sandi lebih berhati-hati dengan prilaku Alex Asma Soebrata dan gerombolannya yang kerap menakut-nakuti birokrasi dan masyarakat demi motif tertentu. Gubernur Anis –Sandi harus bisa memasang mata dan telinga agar dapat menjaga citra dimasyarakat dari para relawan hitam yang coba mengais keuntungan tertentu atas kemenangan Anis-Sandi.

Salam waras - Salam keadilan !!!
Relawan Arus Bawah Anis - Sandi
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel