Satreskrim Polres Gresik Berhasil Ungkap Penjualan Satwa Dilindungi Melalui Medsos

Gresik | www.jejakkasus.info -,
Beragam cara yang dilakukan oleh seseorang untuk memuluskan aksi jahatnya. Mereka selalu berfikir, apa yang akan mereka lakukan sehingga aksi kejahatannya tidak diketahui oleh polisi, salah satunya melalui media sosial. Para pelaku kejahatan melakukan aksi kejahatan dengan menawarkan barang haram yang dia punya melalui media sosial.
Berbekal dari media sosial itulah, Unit Tipidter Satuan Reskrim Polres Gresik, Kamis, (13 Juni 2018) berhasil mengungkap kasus perdagangan hewan Satwa yang dilindungi.

Hasilnya, 1 ekor burung Nuri Kepala Hitam berhasil diamankan dari pemiliknya AI (36) di toko sembako jl. Gubernur suryo no. 118 Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik, pada Kamis, 13 Juni 2018.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, SH. SIK. MSi., melalui Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, SH. SIK., mengatakan modus penjualan hewan langka via media sosial ini tergolong baru. Mereka biasanya menggunakan Facebook atau Instagram yang mereka punya. Hewan yang mau dijual biasanya diposting terlebih dahulu di akun mereka. Setelah ada konsumen yang berniat membeli, mereka kemudian memberikan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk dilakukan transaksi selanjutnya.

"Dulu kegiatan satwa dilindungi ini menggunakan toko kemudian pakai kurir tetapi sekarang ini sudah berubah sesuai dengan perkembangan teknologi," kata Tiksnarto Andaru Rahutomo, SH. SIK., kepada wartawan, sabtu (16/6/18).

Masih menurut Kasat Reskrim Tiksnarto, dari hasil penyidikan sementara hewan satwa dilindungi tersebut, pola penjualanya menggunakan media sosial facebook milik tersangka AI (36). Tersangka memposting hewan satwa yang dilindungi diakunnya untuk dijual.

"Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini pelaku beserta barang bukti berupa satu ekor burung Nuri Kepala Hitam diamankan di Polres Gresik, " jelas Kasat Reskrim.

Barang bukti berupa satu ekor burung Nuri Kepala Hitam itu akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dilepas kembali ke habitat asal.
" Pelaku dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya," pungkasnya.(Jack)
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel