KORWIL MEDIA JEJAK KASUS KEP. NIAS MEMINTA KEPADA POLSEK BAWOLATO, TUNTASKAN PERDAMAIN PENGANIAYAAN.


Nias Induk | www.jejakkasus.info -,
Minggu 17/06/2018, Terkaitnya Penganiaya'an anak dibawah umur di desa Gazamanu Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara.

Terjadinya penganiaya'an tersebut pada tanggal 05/04/2013 di desa Gazamanu bahwa sampai saat ini masih belum ada titik penyelesaian dari kedua belah pihak baik pihak sikorban maupun pihak sipelaku, dalam hal ini pihak pelaku yang bernisial DH, SL, NL yang bersama-sama melakukan Penganiayaan kepada Pihak korban yang bernisial Oferius Laia.

Terkaitnya kasus penganiaya'an tersebut yang terjadi selama ini di tangani oleh aparat penegak hukum diwilayah Polsek Bawolato sampai saat ini belum adanya titik perdamaian secara bersama-sama oleh kedua keluarga belah Pihak.

Ketika hal ini dikonfirmasikan terkaitnya penganiaya'an di desa Gazamanu Kabupaten Nias Dalam hal ini pihak keluarga pelaku mengatakan bahwa awalnya kami sudah membuat persepakatan untuk melakukan perdamain antara keluarga pihak sikorban sehingga pihak sikorban telah menyetujuai dan tidak keberatan bila diadakan perdamain secara bersama-sama dan tidak menuntut ganti rugi dalam apapun untuk materi selama ini yang dia keluarkan dalam menjalanin proses hukum tururnya....

Lanjut pihak keluarga korban telah membicangkan permasalah tersebut dan meminta maaf kepada keluarga korban bahwa kedua belah pihak dan keluarga maka mempunyai hubungan kekeluargaan dengan ketentuan sebagai berikut :

Bahwa pihak kedua memohon maaf kepada pihak pertama dalam hal ini Oferius Laia yang telah mengalami penganiayaan yang di lakukan oleh pelaku dikarenakan terjadinya kesalahpahan yang tidak disengaja hanya diakibatkan oleh rasa emosional sehingga tidak dapat dikendalikan.

Pihak pertama memberi maaf kepada pihak kedua atas tindakkan yang telah mereka perbuat pada dirinya dengan ketentuan, bahwa pihak kedua dan sekeluarga dan tidak akan mengulangi lagi atas perbuatan yang serupa dimasa-masa yang akan datang baik terhadap diri korban maupun pada pihak kedua dan sekeluarganya serta tidak ada rasa dendam terhadap keluarga kedua belah pihak.

Bila ada dendam surat perdamaian ini ada ditemukan sagahan atau gugatan serta mengungkit kembali masalah tersebut maka kepada pihak yang bersangkutan atau pada pihak lain yang meprovokator supaya permasalah ini tidak dilanjutkan ke proses hukum dikarenakan telah membuat perdamaian secara kekeluargaan.

Ketika awak media Jejakkasus.info kepualauan Nias mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Oknum penegak Hukum di Polsek Bawolato Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara dalam Hal ini Polsek Bawolato An: Nelson Silalahi,SH,MH pada tanggal 15/06/2018 sampai pada Tanggal 17/06/2018 ianya mengatakan bahwa kita melakukan diversi untuk memperhentikan perkara dan membantu penyidikan perkara sehingga antara kedua belah pihak dan juga membuat surat permohonan percabutan Perkara, dan untuk pencabutan perkara tidak ada pembiaya'an apapun dalam hal ini yang penting kedua keluarga belah pihak sudah sepakat membuat perdamaian secara bersama-sama, Tuturnya....


Pihak Kelauarga Pelaku mengatakan Kepada Awak Media Jejakkasus.info Kepulauan Nias bahwa Dalam Pencabutan Perkara bahwa Oknum Penegak Hukum di Polsek Bawolato dalam hal ini O.S Meminta uang Kepada kami para pihak pelaku untuk pencabutan Perkara Penganiayaan Tersebut harus disediakan Uang Rp.9.000, 000,. (Sembilan Juta Rupiah)

Ketika diminta uang Kepada kami para pelaku oleh oknum Polsek Bawolato kami sangat kecewa bahwa atas perbuatan oknum tersebut merupakan pemerasan Kepada kami.

Lanjut, Pihak Keluarga pelaku penganiayaan mengatakan juga kepada awak media jejakkasus.info mengatakan bahwa Bukan hanya itu saja yang meminta uang kepada kami bahwa oknum wartawan media Peristiwa Indonesia dalam hal ini Famahatö Lase alias A.Eman Lase ikut serta meminta uang kepada Para pihak Pelaku penganiayaan Rp.6.000,000., (Enam Juta Rupiah) serta juga melakukan pemerasan kepada kami, ujarnya..
(Team Redaksi)
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel