Hutan Kaur Tinggal Menuggu Kehancuran, Syamhardi Saleh: Segera Hentikan Pembalakan Kayu. 


WWW.JEJAKKASUS.INFO | Terkait soal gencarnya pembalakan kayu yang diduga dilakukan oleh CV.Marantika di kawasan hutan Kabupaten Kaur dengan modus pemanfaatan limbah perusahan perkebunan PT. CBS, tokoh masyarakat  sekakigus mantan Ketua Presidium pemekaran Kabupaten Kaur,  Syamhardi Saleh memintah agar aparat yang berwenang segara menghentikan aktifitas perusakan hutan tersebut, bila tidak kaur terancam tenggelam, hal itu di sampaikannya kepada Jejak Kasus senin  (4/06/18).


Ditegaskan, kerusakan hutan di wilayah Kabupaten Kaur sudah parah, hal itu dapat di rasakan dengan adanya perubahan iklim,  dimana suhu panas semakin meningkat. 

Tidak hanya itu,  bila tidak segera dihentikan kerusakan alam di kaur bisa menimbulkan dampak yang lebih fatal seperti bencana banjir dan kekeringan, kata orang yang akarab di panggil Mang Angdi ini. 


"Saya berharap kepada aparat yang berwenang seprti dari Dinas Kehutanan dan pihak kepolisian agar dapat melakukan tindakan untuk menghentikan aktivitas pembalakan kayu di wilayah hutan Kabupaten Kaur"

 


Ia (Samhardi Red)  berpendapat kalau Izin Pemanfaatan Kayu di lokasi PT. CBS itu kemungkinan hanya modus belaka,  "saya asli orang kaur jadi paham betul dengan kondisi hutan daerah ini terlebih untuk saat ini,  mana mungkin lagi ada kayu dengan jenis tenam dan meranti dengan ukuran sebesar itu yang tumbuh di hutan rakyat, sudahlah itu hanya modus" tegasnya. 


Lagi pula, seharusnya pemerintah daerah dan aparat penegak hukum cukup berlajar pada kejadian masa lalu,  seperti pembalakan kayu oleh PT BRT yang saat itu ribuan kubek kayu dari kaut di bawah keluar, sementara masyarakat pribumi tidak dapat apa apa, bahkan mau mintah limbah dari potongan kayu saja tidak di kasih oleh perusahaan, hendaknya hal itu cukuplah di jadikan pelajaran bagi kita semua, sebab pada akhirnya masyarakat juga yang jadi korban,  ungkap mantan Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah di zaman Bengkulu selatan  ini dengan perasaan iba.


Di katakannya lebih lanjut, bila persoalan ini biarkan berlarut larut maka beberapa tahun kedepan hutan kaur  tinggal menuggu kehancuran dan kaur bisa saja tengelam akibat banjir, tegasnya mengakhiri. 


Sedangakan UPTD Kasatuan Pengolahan Hutan Lindung KKPHL Kaur melalui Herwanto,  S, hut,  mengatakan kalau pihaknya sudah melakukan pengecikan langsung kelapangan bersama petugas dari Propinsi Bengkulu," kami sudah melakukan cek tunggul dengan gakkumdu dari Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, sejauh ini belum ada bukti yang dapat menguatkan kalau CV Marantika yang di nakodahi oleh Samsurial mengambil kawasan hutan lindung maupun HPT. 


Tapi kalau lokasi pengambilan kayu Daerah Aliran Sungai DAS dan didaerah tanah cadas memang ada kami temukan, namun untuk menindak lanjuti pelanggaran itu yang paling tepat Dinas Lingkungan  hidup, jelasnya. (iwan) "

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel