Baru Hitungan Bulan Sejumlah Infrastruktur  Desa Selika II Sudah Rusak. 



WWW.JEJAKKASUS.INFO | Berbagai program Pemerintah pusat yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan  infrastruktur masyarakat perdesaan,  sering kali dimanpaatkan oleh oknum pejabat mulai dari tingkat desa sampai dengan tingkat birokrasi untuk menggait keuntungan pribadi,  dengan tidak mempertimbangkan kualitas serta manpaat dari bangunan itu sendiri, seperti hasil pantauan Jejak Kasus Info (2/06/18) terhadap sejumlah infrastruktur di Desa Selika II Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu yang banyak tak berumur kondisinya sudah rusak. 


Sejumlah bangunan yang dibiayai oleh uang negara di Desa Selika II sudah menuai kehancuran seperti pembangunan stadion mini melalui Kementerian Pemudah Olahraga tahun 2017 lalu, kondisi bangunan yang masih berumur hitungan bulan tersebut sudah banyak mengalami kerusakan seperti pada bagian atap bangunan sengnya sudah banyak lepas, tempat duduk penonton sudah patah dan retak. 

Tidak hanya itu,  infrastruktur berupa jalan rabat beton yang di bangunan melalui program Dana Desa tiga tahun terakhir disejumlah titik Desa Selika II juga telah mengalami kerusakan, seperti badan jalan mengelupas dan pecah.


Dihari yang sama, Kepala Desa Selika II Berli Yulizar saat di konfirmasi dikediamannya terkait pembangunan stadioan mini di desanya,  mengatakan bahwa pembangunan tersebut belum  selesai " pembangunan stadion itu memang belum selesai, pekerjaan fisik serta anggarannya baru terialisasi 70 persen, di tahun anggaran  2017 lalu, dan sisa anggaran 30 % lagi hingga kini tudak kunjung cair, jadi kami tidak bisa melanjutkan pembangunan tersebut".


Dikatakanya lebih lanjut, jumlah anggaran keseluruhan pembangunan stadion mini itu Rp. 180 juta, dari jumah tersebut sudah terserap 70% atau sekitar Rp. 120 juta, sementara sisanya 30% "sampai kini belum juga cair, padahal belum lama ini kami telah menandatangani MOU dengan pihak Kemenpora di Palembang  terkait persoalan stadion itu"  namun sampai kini belum ada tindak lanjut.


Menjawab pertanyaan Wartawan Jejak Kasus Info,  terkait kondisi jalan rabat beton yang dibangun melalui program Dana Desa tahun 2016 lalu sudah banyak rusak,  ia mengatakan kalau jalan tersebut sering dilewati kendaraan roda empat yang bermuatan sawet melebihi kapasitas, sehingga berdamapak pada coran badan jalan rabat beton rusak,  jelasnya meyakin. (iwan) 
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel