3 Desa Di Kecamatan Dukun Mengikuti Ujian P3D Di UMG.



Gresik-, www.jejakkasus.info - Hari ini peserta dari 3 Desa di Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik mengikuti tes tulis P3D (Penjaringan, Penyaringan Perangkat Desa) di UMG (Universitas Muhamadiyah Gresik). Sebanyak 25 peserta mengikuti tes yang diadakan oleh panitia P3D. Jumlah keseluruhan ada 7 jabatan kosong yang mereka perebutkan, diantaranya jabatan perangkat desa yang kosong yaitu dari Desa Karang Cangkring 3 jabatan kosong, Desa Babak Bawo 3 jabatan kosong, dan Desa Baron 1 jabatan kosong yang mereka perebutkan.
Kebanyakan dari para peserta tes tulis merasa kesulitan untuk mengerjakan soal ujian yang disediakan oleh pihk panitia. Ujian memanag tidak menggunakan CAT yang biasa dipakai oleh panitia P3D yang lain. Karena panitia menganggap ujian dengan menggunakan bolpoin lebih baik daripada menggunakan CAT karena indikasi kecurangan tidak ada.

"Soalnya lumayan sulit mas, kita banyak yang lupa dengan jawaban tersebut karena sudah lama kita ndak mengikuti ulangan seperti ini," terang Madudah salah satu peserta dari Desa Karang Cangkring kepada wartawan.
Panitia P3D memilih UMG sebagai tempat dilaksanakan tes tulis karena dianggap sebagai lembaga yang mempunyai kompetensi tinggi dibidangnya.
" Kami lebih percaya UMG karena kami sudah membuktikannya. Dalam setiap tes yang dilakukan disini, tidak ada masalah yang timbul dikemudian hari," terang Sainuri, sekretaris panitia P3D dari Desa Baron.
Lanjutnya, ujian perangkat desa ini utuk memilih perangkat Desa yang ahli dan kompeten dalam bidang masing masing. Lebih lanjut, Sainuri menyatakan dalam tes tersebut, masing-masing peserta diberi beberapa soal tentang pengetahuan umum, kemampuan dasar, kemampuan kebangsaan dan lain sebagainya. "Soal langsung dikerjakan oleh peserta. Nanti jawaban dari peserta langsung dikoreksi oleh panitia dan hasilnya bisa diketahui langsung oleh peserta saat itu juga,’’ tuturnya.

Ia menambahkan, di samping Kecamatan Dukun, beberapa Kecamatan lain sebelumnya juga pernah bekerjasama dengan UMG sebagai fasilitator tes P3D.  

"Setelah ujian ini jangan ada perselisihan dikemudian hari, peserta harus siap menerima hasil akhir ujian, mereka harus siap menag dan siap kalah," jelasnya.
Ujian yang dilaksanakan di lantai 3 dan di mulai dari jam 09.00 wib ini diharapkan bisa menghasilkan perangkat desa yang terbaik diantara yang baik. Panitia mengharap agar setiap peserta bisa berlapang dada terhadap hasil akhir ujian.
"Peserta yang lulus jangan sombong, dan peserta yang tidak lulus jangan sakit hati. Bagi yang lulus, nantinya diharapkan bisa memberikan pengabdian yanag terbaik untuk masyarakat dan Desa masing masing," Pungkasnya.
Dari dimulainya ujian tes tulis P3D, tak terlihat satupun Kepala Desa dari tiga desa tersebut. Mereka seakan sembunyi dan tak mau memberikan support disaat warganya sedang mengikuti ujian tes P3D.
" Sek kang gek onok acara ( sebentar mas, masih ada acara)," terang salah satu Kepala Desa saat dihubungi wartawan melalui Whatsapp nya.
Akan tetapi sampai ujian selesai dilaksanakan, tak juga kelihatan Kepala Desa tersebut, (Jack)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel