TERINDIKASI KORUPSI PJ KADES SIFOROASI KECAMATAN HUNURA DI LAPORKAN.


WWW.JEJAKKASUS.INFO | Nisel, Terkaitnya laporan dan pengaduan masyarakat desa Siforo'asi Kecamatan Hunura Kabupaten Nias Selatan di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Teluk Dalam bahwa dalam hal ini oknum PJ Kades Siforoasi an : FATISÖKHI HALAWA yang terindikasi Korupsi dan penyalagunaan dana desa (DD) dan Anggaran dana desa (ADD) pada Tahun 2017.

Dengan berbagai laporan masyarakat yang telah di sampaikan kepada pihak penyidik dalam Hal ini kejaksaan Negeri Teluk Dalam yang telah dilaporkan pada hari 22 April 2018 minggu kemarin lalu, dalam laporan tersebut bahwa masyarakat Desa Siforo'asi Kecamatan Hunura Kabupaten Nias Selatan bahwa kepala desa telah menggurangi volume kerja dan juga mengurangi bahan material pembangunan yang sudah dicatumkan dalam RAB.

Akibat dari penguragan bahan material pembangunan maka pambangunan tersebut tidak berkualitas

Dalam Pelaksanakan pembangunan dana desa yang sudah di anggarakan atau yang sudah di Ajukan pada permohonan yang sesuai hasil rapat masyarakat dan mufakat bersama masyarakat Siforoasi maka Pembangunan tersebut belum tertuntaskan atau yang belum terlaksana yang sudah di ajukan dalam RAB atau Bebstek.

dalam hal ini pembangunan Dwiker dan pembukaan pembangunan badan jalan dan juga tembok penahan pada pinggiran Pembangunan Dwiker tersebur dan lain sebagainya yang sudah di anggarakan pada pembangunan tersebut belum sama sekali dilaksanakan

Berdasarkan laporan Masyarakat desa Siforo'asi menyampikan kepada Kejaksaan Negeri Teluk dalam dan juga kepada pemerintah Kabupaten Nias Selatan dalam hal ini BUPATI NIAS SELATAN an : HILARIUS DUHA, SH bahwa meminta PJ Kades Siforoasi dan Tim Pelaksanaan Kegiatan Desa (TPKD) tidak mengindahkan azas pengololaan keuangan desa yakni trasparan , Akuntabel, Partisipatif serta dengan tertip dan disiplin dalam menetapkan daftar harga satuan bahan, upah dan perekrutan tenaga kerja/tukang tidak melaui musyawarah desa yang diindikasi adanya kesepakatan bersama antara TPKD dengan rukang yang dihunjuk tanpa musyawarah.

Harga bahan material yang dibuat dalam perencanaan diduga Mark Up dikarenakan bahan tidak sesuai dengan harga bahan yang ada dilokasi.

Anggota Badan Pemberdayaan Desa (BPD) an : SOKHINIWA'Ö Halawa bahwa salah satu titik pembangunan di tanganin langsung dan dikontrak ketika sesudah selesainya pembangunan tersebut yang menandatanganin kontrak dalam hal ini FATISAMA HALAWA Bukan Sökhiniwa'ö halawa.

Kegiatan Pembangunan didesa Siforoasi kecamtan Hunura Kabupaten Nias selatan mempunyai 9 (sembilan) titik pembagunan yaitu: Pekerjaan
1. Pembanguanan BOX CULVERT Type l dengan anggaran Rp. 154,478,071,00
2. Pekerjaan Box Culvert Type II dengan anggaran Rp.101,923,300,00
3. Pekerjaan Pembunanan toilet umum/MCK dengan anggaran Rp. 48,614,714,00
4.Parit dan rabat Beton balai desa dengan Angaran Rp. 20,035,129,00
5. Pekerjaan TPT I dengan Anggaran Rp.43,793,084,00
6. Pekerjaan pembangunan TPT II dengan anggaran Rp. 15,117,561,09
7. Pekerjaan pembangunan TPT III dengan anggaran biaya Rp. 3,970,929,00
8. Pekerjaaan pembangunan Rabat Beton Anggaran Rp.12,436,177, 00
9. Pekerjaan pembangunan TPT IV dengan anggaran Rp. 8,798,944,00.

Dengan 9 titik pembangunan tersebut maka di antaranya 2 (dua) pembangunan yang belum dilaksanakan sama sekali yaitu, Pembangunan Rabat beron dan Pembangunan Dwiker.

Salah seorang masyarakat desa siforoasi Kecamatan Hunura meminta kepada pemerintah maupun pada penyidik bila hal ini Pj Kades Siforoasi sudah menyalahgunakan dana desa tersebut maka biarkan dia tetap untuk dipertanggungjawabkan kepada penegak hukum.

Ketika adanya laporan masyarakat tersebut maka awak media Detikkasus.com mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Pj kades Siforoasi melalui via seluler namun hal ini ada respon sehingga berita ini dapat diturunkan.(Okta Ndraha)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel