Inspektorat Himbau jangan ada pungutan liar


WWW.JEJAKKASUS.INFO | Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya menciptakan tata pemerintahan yang bersih. Caranya, mewanti-wanti organisasi perangkat daerah (OPD) tidak melakukan gratifikasi maupun pungutan liar (pungli) kepada siapa pun.

Demi mencegah adanya pungli, Pemkab Sidoarjo melalui Inspektorat melakukan sosialisasi tentang pungli di terhadap seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sidoarjo.

“Pungli tidak hanya muncul antara OPD dengan masyarakat, tapi juga dengan sesama OPD. Maka dari itu kami memberikan sosialisasi ke tiap-tiap OPD. Target kita seluruh OPD,” jelas Sekretaris Inspektorat Sidoarjo, Andjar Surjadianto, Jumat (25/5).

Andjar mengatakan tujuan sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada OPD bahwa pungli selama ini sudah menjadi budaya meskipun nominalnya kecil sekalipun sebenarnya merupakan larangan. “Kalaupun nilainya kecil tapi sudah menjadi budaya ini merupakan akar dari korupsi. Yang harus kita hilangkan adalah hal yang sudah membudaya,” katanya.

Menurutnya saat ini Inspektorat memiliki Unit Pengendali Gratifikasi (UPG). Ia mengatakan unit ini berfungsi untuk menampung laporan dari ASN atau OPD. “Jadi misalkan ada ASN atau OPD yang belum bisa menolak parcel bisa melaporkan kepada UPG,” jelasnya.

“Nanti akan ditindak lanjuti dilaporkan ke KPK apakah barang tersebut bisa diterima oleh penerima atau menjadi hak negara. Akan tetapi kalau barangnya mudah basi akan disalurkan kepada yang lebih berhak yakni kepada panti asuhan maupun panti jompo,” imbuhnya.

Andjar mengatakan untuk gratifikasi ini sudah diatur dalam Peraturan Bupati bahkan Bupati juga sudah membentuk tim Satgas Saber Pungli. Ia mengatakan dalam aturan tersebut bukan membatasi jumlah parcel. “Tapi pemberian yang boleh diterima ASN itu berapa,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BPKAD Sidoarjo Noer Rochmawati menyambut baik dengan adanya sosialisasi pungli ini. “Dengan sosialisasi ini kami jadi semakin mengerti mana yang termasuk pungli maupun gratifikasi,” jelasnya singkat. (Rino Tutuko)
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel