Dugaan Pungli SDN Gluranploso Jadi Sorotan


www.jejakkasus.info | Gresik - Jawa Timur,
Kabar adanya dugaan pungli (pungutan liar) yang ada di pendidikan tingkat dasar Kec. Benjeng Kab. Gresik yang di lakukakan oleh Kepala Sekolah SDN Gluranploso Ismail, S.Pd beberapa waktu lalu kian santer berkembang. Wali murid SDN Gluranploso menuding bahwa Kepala Sekolah hanya mencari keuntungan pribadi yang mengatasnamakan Komite dan Paguyuban sekolah. Dengan dalih ini itu kepala sekolah memungut biaya macam macam kepada wali murid.
Saat di mintai keterangan oleh wartawan, Ismail S.Pd menjelaskan jika biaya tersebut sudah ada kesepakatan. Kepala Sekolah melalui Komite dan paguyuban sekolah sudah mengadakan rapat, dan sudah ada kesepakatan yang di buat dalam rapat tersebut.
" Hari ini sudah di rapatkan oleh Komite dan Paguyuban, kelas 6 tetap di kenakan biaya Rp. 325 ribu untuk biaya kelulusan," jelas Ismail,rabu, 23/05 diruangannya kepada wartawan.
Ismail tetap menganggap bahwa tarikan yang ada di sekolah yang dia pimpin adalah legal karena sudah ada kesepakatan komite. Dirinya menganggap apa yang dia lakukan adalah sah sah saja.
" Kelas 6 sudah deal dengan biaya tersebut, tapi untuk kelas 1 sampai dengan kelas 5 akan di rapatkan lagi hari sabtu," jelas Ismail.
Jawaban senada juga didapatkan wartawan saat meminta keterangan kepada Reso selaku ketua komite SDN Gluranploso menjelaskan, rapat hari ini antara Komite dengan paguyuban sudah selesai dan nanti (red-sabtu) akan di adakan rapat lagi dengan seluruh wali murid terkait tarikan untuk kelas 1 sampai dengan kelas 5.
" Di sini sudah menjadi budaya jika ada murid yang lulus harus ada acara perpisahan mas, jadi kami tetap membebani wali murid sebesar Rp. 325 ribu untuk biaya perpusahan," jelas Reso.
Menurutnya, untuk biaya kenang kenangan sebesar Rp. 30 ribu akan di rapatkan lagi dengan seluruh wali murid.
"Nanti akan kita rapatkan lagi dengan seluruh wali murid agar mereka semua tahu biaya yang harus mereka bayar," pungkasnya.
Menaggapi dugaan pungli yang ada di SDN Gluranploso, Novan selaku Ketum LPB (Lembaga Pemantau Birokrasi) mengatakan akan melakukan sidak ke SDN Gluranploso. Dirinya akan meminta keterangan dari beberapa saksi yang terkait. Jika nanti di temukan adanya pungli, maka Dispendik Gresik harus memberikan sikap tegas kepada oknum yang terbukti melakukan pungli tersebut.
"Kami belum bisa mengambil keputusan, nanti kami akan turun ke sekolah tersebut dan meminta keterangan dari yang bersangkutan," terang Novan, jum'at 25/5, di kantornya.
Apabila nanti di temukan bukti adanya pungli di sekolah tersebut, dirinya tidak segan segan akan melaporkan pihak yang terkait kepada pihak berwajib. Karena pungutan dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan, menurutnya jika itu merupakan sumbangan, sifatnya tidak boleh mengikat, harus ada dasar hukum dan alasan yang jelas.
"Nanti kalau sudah ada bukti pungli, pasti akan kami laporkan ke pihak yang berwajib," pungkas Novan.

Seperti yang pernah di beritakan oleh beberapa media online beberapa waktu lalu, bahwa Kepala Sekolah SDN Gluranploso Ismail, S.Pd diduga telah melakukan pungli dengan cara membebani wali murid untuk biaya kelulusan, membeli cindera mata, dan biaya pengurukan halaman sekolah. (Ss).
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel