DIDUGA KUAT BIDAN ILEGAL MARAK DI SERDANG BEDAGAI SUMUT.



WWW.JEJAKKASUS.INFO | Perbaungan , Serdang Bedagai JEJAK KASUS
Banyaknya program pemerintah, termasuk jaminan kesehatan masyarakat miskin, yang dikeluarkan melalui program jamkesmas, dengan tujuan mulia, ternyata banyak yang belum dinikmati oleh sebahagian warga desa, yang pada akhirnya hanya mengandalkan layanan kesehatan yang tidak memiliki izin resmi, dan tidak memasang plang klinik kesehatan seperti pada umumnya, praktek yang disinyalir ilegal ini, dilakukan oleh salah satu oknum berinisial M, warga dusun 2 desa Lidah Tanah, kecamatan Perbaungan, Jumat ( 25/5).
Pelaku M yang disinyalir telah melakukan praktek ilegal, selama 6 tahun lamanya, dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat layaknya seperti seorang dokter profesional, bahkan pelaku M bisa melakukan diagnosa penyakit dengan memeriksa pasien dengan stetoskop, setelah mengetahui penyakitnya pelaku M langsung memberikan suntikan dan pemberian infus kepada pasiennya walau tidak didampingi oleh dokter, dan anehnya sebahagian warga tidak mengetahui kalau pelaku M ternyata tidak memiliki izin resmi dari Dinas kesehatan Serdang Bedagai.



Salah seorang warga dusun 2 desa lidah tanah saat di konfirmasi terkait masalah praktek ilegal berinisial M Jum'at (25/5) mengatakan" Sabtu semalam ( 21/5) pelaku M sedang menginfus anak pak kepleh atau ibu Milah warga dusun 3 desa lidah tanah, namun pada Senin malam nya infus nya sudah di cabut, sekitar 3 botol infus yang digunakan oleh pelaku M untuk mengobati anak pak Kepleh, menurut keterangan pelaku M anak pak Kepleh menderita penyakit sesak dada, dan lambung, ujarnya.


Nurul (21) Adik kandung M saat di konfirmasi jumat (25/5) di kediaman pelaku M mengatakan Pelaku M tidak berada di rumah, menurut keterangan Nurul, pelaku M sedang berada di tangkis, lagi menginfus pasiennya, tandasnya.
Sementara seorang pria bernama ewok yang mengaku sebagai suami pelaku M menghubungi wartawan melalui via seluler, Jumat (15/5) dengan mengatakan" Bapak tadi yang kerumah saya, ada apa mencari M, lalu wartawan Berita menjawab, Kita dari wartawan mau konfirmasi kepada M terkait plang dan izin kesehatan yang dimiliki buk M apakah ada, suami M menjawab saya tidak tau kalau masalah izin, sementara istri saya sedang berada di daerah sukaramai, katanya tadi mau menginfus orang, sedangkan saya lagi di ladang, tandasnya.
Kepala Desa Lidah Tanah Usman saat dikonfirmasi Berita di kantornya, Jumat (15/5) mengatakan, " Saya tidak pernah mengetahui kalau si M melakukan praktek infus pada pasiennya, selama ini yang kita ketahui M hanya melakukan suntikan pada pasien nya, .
Maraknya praktek kesehatan ilegal, di duga kurang nya pengawasan dari Dinas kesehatan kabupaten Serdang sedagai, sehingga para pelaku bebas berkeliaran mencari pasien yang sama sekali tidak paham dengan status dan izin dari para pelaku praktek kesehatan ilegal, ketidak pahaman masyarakat ini di duga kurangnya sosialisasi dari Dinas kesehatan.
Anehnya, walau banyak warga desa yang mengetahui kalau pelaku tidak mengantongi izin dari dinas kesehatan, praktek suntik dan infus yang dilakukan oleh pelaku dalam pengobatan pasien tetap saja berjalan, sementara di dusun yang sama, dengan jarak tidak jauh, terdapat bidan desa, namun tetap saja, jasa pelaku ini, terkadang di gunakan oleh warga sekitar dengan berbagai alasan.
Praktek kesehatan tanpa mengantongi ijin baik dari dinas kesehatan sergai ataupun dinas Perizinan Sergai, serta tidak di ketahui siapa penanggung jawab tenaga dokternya, dan dasar apa pelaku dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tanpa adanya ketrampilan dan sertifikat dari dinas kesehatan sergai, jelas pelaku sudah melanggar UU Kesehatan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 17 / 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02 / MENKES / 148 / 2010 Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat.Tentu saja hal ini tidak dapat dibiarkan sampai lama, di khawatirkan nantinya akan menelan korban jiwa akibat praktek ilegal ini

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel