Bos Kayu Tak Bergeming",  Aksi Pembalakan Kayu Terus Berlanjut. 



WWW.JEJAKKASUS.INFO | Kejahatan dengan cara merusak lingkungan di Kabupaten Kaur nampaknya sudah lumrah, anehnya kegiatan itu seakan di biarkan begitu saja oleh aparat yang berwenang, seperti halnya dengan persolan pembalakan kayu yang kian marak di daerah ini, meskipun akhir akhir ini menjadi viral di media  namun tidak membuat bergeming para cokong kayu tersebut untuk melakukan aksinya,  Senin 28 Mei 2018 kembali terdapat tumpukan kayu log di kawasan pondok pusaka dan hal itu bukanlah pemandangan yang baru sudah berlangsung cukup lama, namun sejauh ini belum ada tindakan serius dilakukan oleh aparat terhadap para bandit kayu tersebut. 


Dari informasi yang didapat,  kayu tersebut di duga milik pengusaha betinesial SM, konon katanya, kayu itu di ambil dari pemanpatan limbah perusahan bergerak di bidang perkebunan sawet daerah ini.

 

Terdapat berbagai jenis kayu dan ukuran yang ditumpuk dikawasan  pondok pusaka yang nota benenya merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan lokasi perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur


Dari keterangan salah seorang warga Edy Baksir, mengatakan kalau kayu tersebut diangkut dari penumpukan ke somel, melewati jalur jalan lintas perkantoran padang kempas, biasa kayu di angkut sore hari atau malam hari, tuturnya singkat. 


Sementara menyikapi hal itu,  tokoh masyarakat  Arsis Barwi, SH mengatakan seharusnya dalam persoalan pembalakan kayu tersebut tidak bisa lepas dari peran fungsi dari Dinas Kehutanan, seharusnya pihak kehutanan melakukan tindakan dengan cara mengecek  langsung kelapangan untuk mengetahui kebenaran dari mana kayu tersebut di ambil, harus melakukan cek tunggul, dari situ nanti bisa di ketahui apakah lokasi tempat kayu tersebut masih masuk dalam izin perkebunan atau tidak. 


Sebab tidak tertutup kemungkinan kayu itu diambil dari Daerah aliran sungai, atau di daerah kemiringan lebih dari 60 derajat, artinya meskipun daerah tersebut berada didalam lokasi perizinan perkebunan namun ada daerah daerah tertentu yang tidak boleh di garap karena bertentangan dengan peraturan perundang undangan, semestinya kayunyapun tidak boleh di ambil,  jelasnya. 


Oleh karena harus dilakukan pengecekan langsung kelapangan agar persoalan lebih jelas, pungkasnya. (iwan)
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel