Banyak Pemohon e-Ktp Baru, Kantor Kecamatan Kedamean Tak Pernah Sepi Pemohon


WWW.JEJAKKASUS.INFO | GRESIK, JAWA TIMUR -
Hingga pukul 11.00 wib, antrian pemohon kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kantor Kecamatan Kedamean masih panjang dan tak kunjung surut. Macam macam pemohon yang antri untuk mendapatkan kartu tanda penduduk. Ada orang tua, tapi kebanyakan para pemohon adalah para anak muda yang hendak mencari pekerjaan ataupun merantau ke daerah lain.


Menurut salah seorang pemohon yang tengah antri untuk melakukan verifikasi data, Siti Muslikhah (18) asal Kecamatan Menganti, dirinya baru lulus SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan) dan akan mencari pekerjaan agar bisa membayar biaya kuliah karena orang tuanya tidak mampu membiayai dirinya lagi.
" Saya ingin mencari kerja agar bisa membiayai biaya kuliah saya mas," terang Maslikhah kepada wartawan, Kamis, 31/5.
Meskipun jam pelayanan disamakan dengan jam dinas pegawau Kecamatan, akan tetapi masih belum bisa menjadikan surut pada pemohon. Mereka datang dengan jumlah sama setiap harinya.
"Kalau bulan puasa begini kami membuka loket pelayanan sama seperti jam kerja, yaitu mulai pukul 08.00 wib sampai 15.00 wib, tapi kalau hari jum' at mulai pukul 08.00 sampai 15.30 wib, terang salah satu pegawai Kecamatan Kedamaian.  
Antrian pemohon selalu panjang seperti ini setiap harinya. Kebanyakan mereka baru lulus Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan sedang mencari kerja.
" Para pemohon rata rata baru lulus sekolah yang tujuannya untuk mencari pekerjaan," jelasnya.

Kecamatan Kedamean adalah Kecamatan yang ditunjuk Dispenduk Capil untuk membantu mempercepat proses pelayanan e-KTP kepada masyarakat rayon selatan. Di Kecamatan ini melayani 4 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Menganti, Kecamatan Driyorejo, Kecamatan Wringin Anom dan Kecamatan Kedamean sendiri. Setiap harinya sekitar 250 lembar KTP baru yang bethasil dicetak disini.

"Proses perekaman di sini terbatas, hanya sekitar 250 lembar yang bisa kami proses,"jelas Narto, ST selaku camat Kedamean.

Menurutnya, blanko yang di sediakan dari Dispenduk masih kurang, sehingga banyak masyarakat yang tidak kebagian kuota perharinya.

"Bila pemohon yang hari ini antri namun belum bisa terselesaikan prosesnya  karena blanko habis, maka biasanya mereka akan antri lagi keesokan harinya.  Itulah yang menyebabkan antrian selalu panjang setiap harinya," jelas Narto.

Menurutnya, pegawai Dispendukcapil yang diperbantukan dsini juga kurang, sehingga pelayanan kepada masyarakat juga kurang maksimal perihal pengurusan e-KTP.

"Seharusnya blanko dan pegawai dari Dispendukcapil yang diperbantukan disini ditambah, agar masyarakat yang mengurus e-KTP baru bisa cepat dilayani dan tidak semakin panjang antrian setiap harinya," harap Narto yang baru menjabat sebagai Camat Kedamean.(Ss)
Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel