Home » » Ribuan Warga Saksikan Ritual Kebo Ketan Desa Sekarputih.

Ribuan Warga Saksikan Ritual Kebo Ketan Desa Sekarputih.

Written By Detik Kasus on 05 December 2017 | 13:05

Indonesia - Provinsi Jawa Timur - Kabupaten Ngawi, www.jejakkasus.info - Ribuan warga yang berasal dari luar daerah, manca Negara, dan termasuk juga penduduk lokal dari Kabupaten Ngawi Jawa Timur, memadati lokasi upacara ritual budaya Kebo Ketan yang diarak dari Sendang Margo Alas Begal menuju lapangan Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, Minggu (03/12/2017).

Ritual budaya Kebo Ketan yang bertajuk Penawar Racun Divide Et Impera 2017 ini, dikawal pasukan Kraton Yogyakarta bersama 60 Bregada Niti Manggala dari Gedong Kiwo start mulai pukul 09.30 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Sekda M. Sodiq Triwidyanto, dan Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, serta jajaran OPD, dan Dinas terkait, yang turut hadir dilokasi pagelaran upacara ritual sakral Kebo Ketan yang telah menjadi bagian dari seni kejadian berdampak karya besar Bramantyo Prijosusilo, yang memberikan satu pesan tersendiri terhadap masyarakat, yaitu untuk lebih menjaga keseimbangan alam dengan beragam ekosistimnya.

     Bupati Ngawi Budi Sulistyono, dalam sambutannya diacara tersebut mengatakan, Budaya semacam ini (Kebo Ketan-red) bukan sekedar hiburan semata, akan tetapi lebih bernilai pada pesan penuh makna yang mana sesuai filosofinya tidak lain bagaimana menjaga keanegaraman ekosistim lingkungan. Pada hakekatnya pihak Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dispariyapura akan mensuport terus kegiatan semacam ini untuk, dan dapat dijadikan satu pesona wisata budaya diwilayah Kabupaten Ngawi, terang Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, dalam sambutannya Minggu (03/12/2017).

     Lebih lanjut Bupati Ngawi Budi Sulistyono, mengatakan, dalam hal ini Pemkab Ngawi bersama dengan Bramantyo Prijosusilo melalui Kraton Ngiyom pada Oktober 2017 lalu mencoba  berkomunikasi dengan Menteri Kehutanan, dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar untuk meminta agar izin pengelolaan kawasan ini sebagai hutan wisata diberikan kepada masyarakat desa-desa tepi hutan. Tentu konsep tersebut sekarang ini tengah digodok antara Kraton Ngiyom, Pemkab Ngawi, Perhutani, dan warga sekitar hutan. Langkah awal yang dilakukan Pemkab Ngawi memang bisa dibuktikan dilokasi sekitar Alas Begal. Sebelumnya akses jalanya belum ada program pengerasan jalan tetapi kini sudah dilakukan pavingisasi sekitar 2 kilometer, rencananya jalan akses tersebut akan diteruskan sampai tembus ke Desa Begal masuk wilayah Kecamatan Kedunggalar, terang Bupati Ngawi.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olaraga Kabupaten Ngawi (Dispariyapura), Yulianto Kusprasetyo, dalam kesempatan tersebut mengatakan, pada puncak acara upacara ritual Kebo Ketan ini, juga dihadirkan seniman dari berbagai daerah. Dari data acara yang ada disebutkan, untuk komunitas Prana dari Ubud Bali yang didukung belasan personel akan menampilkan musik dan tari. Selain itu, dari Yogyakarta tercatat akan menampilkan grup muda berisi musisi jenius, Brightsize Trio yang baru kembali dari tur di Eropa. Kemudian, Denny Dumbo dan kawan-kawan, akan menyajikan musik sakralisasi mengiring puncak upacara penyembelihan Sang Kebo Ketan, jelas Yulianto.

Esoknya, Sang Kebo Ketan di dalam tandu diarak ke Lapangan Desa Sekarputih diiringi berbagai kesenian arak-arakan, dan dikawal kelompok seni budaya Sekar Pangawikan dari Yogyakarta, sejauh 3 km sehingga sampai ke Lapangan Desa Sekarputih. Seniman performance senior, Arahmaiani dann Suprapto Suryodarmo akan memberi klimaks kepada prosesi sakralisasi itu, dan setelah aktor Otig Pakis membaca doa dan menyembelih Sang Kebo Ketan sehingga puluhan liter darahnya tumpah ke tanah, peserta upacara akan dibagi makanan yang ada untuk dimakan bersama. Kemudian, beberapa nama pelukis kaliber sejarah seni rupa Indonesia seperti KP Hardi Danuwijoyo dinamo Gerakan Senirupa Baru di tahun 1970an, pelukis naik daun Bayu Wardhana, dan Picassonya Nitiprayan Putu Sutawijaya, serta pelukis senior kebanggan Ngawi, aktifis Sanggar Bambu yang legendaris, Mh. Iskan, dan pelukis cat air sekutu Kraton Ngiyom di Ngawi, Nunung Wicaksono, juga diundang meliput seni kejadian berdampak ini. Pelukis kebanggaan Ngawi Budiyono Kampret, menggarap dekorasi upacara bersama dengan seniman bambu Suwari, dan Thoyib, dan warga Sekaralas dan Sekaarputih. Pada malam harinya acara ditutup dengan wayang kulit semalam suntuk, persembahan Dewan Kesenian Daerah Ngawi, pungkas Yulianto Kusprasetyo. (adv/mf).
Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar :



 
Support : Jejak Kasus
Copyright © 2013. Jejak Kasus - All Rights Reserved