Home » » Astagfirullaah, Wala taqrabu al- zina (Janganlah mendekati zina)'' (Q.S. 17:32). Penulis dan Publikasi Ketua Umum NGO HDIS.

Astagfirullaah, Wala taqrabu al- zina (Janganlah mendekati zina)'' (Q.S. 17:32). Penulis dan Publikasi Ketua Umum NGO HDIS.

Written By Detik Kasus on 17 September 2017 | 13:11

Untuk Pengingat dan Peng Eleng-eleng.
Astagfirullaah Wala takrobu minal zinnah ...
Janganlah kamu mendekati zinnah...
Ya Allah jauhkanlah hamba dan para saudara hamba terutama yang turut hadir mengaminkan doa ini semoga dijauhkan dari perbuatan zinnah mata, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya.

Ayat Alquran: Jangan mendekati Zina (al Isra')

Ayat Alquran yang melarang kita mendekati Zina, Detikkasus.com Baca terus, mengapa Tuhan menggunakan istilah: Wala taqrabu al-zina’ (Janganlah kalian mendekati zina) (QS al-Isra’/17:32)? Mengapa tidak dikatakan: “Jangan melakukan zina” (wa la taf’alu al-zina)? Tentu dengan mudah difahami bahwa mendekati saja tidak boleh, apalagi melakukannya.

Namun secara psikologis bisa dimengerti bahwa Allah Swt yang menciptakan manusia sudah barang tentu Maha Tahu terhadap segala kecenderungan manusia selalu sangat riskan dan sensitif terhadap perbuatan “suami-istri” ini.

Dalam hadis, Nabi juga pernah menegaskan, jika ada dua makhluk berdua-duaan di suatu tempat; maka iblis yang akan menjadi orang ketiganya.

Mungkin inilah sebabnya mengapa Tuhan menggunakan istilah jangan mendekati, bukan jangan melakukan. Ini artinya mendekati saja sudah berdosa, apalagi melakukannya. Berbeda jika yang dilarang adalah melakukannya, maka saat mendekatinya belum masuk kategori dosa.

Larangan Tuhan untuk melakukan (la taf’alu) dosa, seperti larangan makan riba (la ta’kulu al-riba), tetapi khusus untuk zina digunakan larangan mendekati (la taf’alu).

Menjauhi zina di sini bukan hanya menjauhi dari segi tempat, tetapi juga kebijakan dankeputusan yang bisa melonggarkan hubungan seksual termasuk juga perbuatan mendekati zina.

Semoga tulisan ini bermanfaat, bagi pembaca.

Dan kita semua Khusnul khatimah, akhir hidup yang baik adalah suatu kondisi dimana seorang mukmin diberi taufiq oleh Allah.

Astaghfirullah memohon ampunan kepada Allah.

Penulis: Supriyanto alias Priya Ketua Umum NGO HDIS.
Email: harianjejakkasushebat@yahoo.com


Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar :



 
Support : Jejak Kasus
Copyright © 2013. Jejak Kasus - All Rights Reserved