Home » » Allah tidak akan memberikan ujian hambahnya diluar batas kemampuannya.

Allah tidak akan memberikan ujian hambahnya diluar batas kemampuannya.

Written By Detik Kasus on 17 January 2016 | 15:03

Redaksi, www.jejakkasus.info - Allah tidak akan memberikan suatu ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Kalau Allah saja yakin kita mampu, masa kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri?

Buat saudara-saudaraku yang saat ini sedang diuji oleh Allah, apapun bentuk ujian itu, bergembiralah dan bersabarlah. Bergembira karena ujian berarti Allah masih peduli dan sayang kepada kita, untuk itu ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia. Allah ingin kita menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Setelah itu, bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati, dan sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman, justru manusia lah yang seringkali meninggalkan sang penciptanya.

Allah tidak akan menguji hambanya di luar kemampuan hambanya (sesuai dengan batas kemampuan hamba tsb). Tapi dalam kenyataan kok ada org gila atau yang sampai bunuh diri karena tak kuat menanggung ujian hidup.

JAWABAN: Artinya “ Barang siapa menghempaskan diri dari sebuah bukit, lalu ia menewaskan dirinya, maka ia akan masuk neraka dalam keadaan terhempas di dalamnya, kekal dikekalkan di neraka untuk selama-lamanya. Dan barang siapa meneguk racun lalu menewaskan dirinya, maka racun itu tetap ditanganya sambil ia menegukkanya di dalam neraka jahannam, kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barang siapa membunuh dirinya dengan sepotong besi, maka besinya itu terus berada di tanganya, ia tikamkan ke perutnya di dalam api neraka jahanam selama-lamanya

Memang benar Alloh swt itu memberi cobaan atau ujian itu tidak akan melebihi batas kemampuan hambanya, lalu ada pertanyaan mengapa sampai ada orang yang putus asa hingga ada yang bunuh diri?

Hal itu belum tentu ujian yang Alloh berikan pada mereka, boleh jadi itu adalah azdab, karena perbuatan dosa mereka.

Semisal pacaran dan berbuat maksiat, padahal mereka serta orang tua mereka tahu kalau itu perbuatan dosa. Sehingga kadang mereka putus cinta, maka karena tak kuat kemudian bunuh diri. Apakah ini di katakan ujian?

Tentu bukan, tapi adalah adzab, Dalam al Qur’an Alloh swt berfirman :
Atau mungkin dalam segi bisnis, di permulaannya lancar serba sukses, tapi harta yang di hasilkan dari korupsi,atau nipu, atau jual beli yang di haramkan oleh syara’.

Padahal mereka tahu kalau usaha mereka adalah dengan cara yang tidak halal, mereka merasa apa yang mereka peroleh adalah anugerah dari Alloh. Dengan harta yang melimpah lalu Alloh swt membuat mereka bangkrut hingga mereka stres tidak siap menjadi orang miskin, lalu bunuh diri atau di penjara, apakah ini ujian?

Tentu bukan, tapi ini adalah azdab, dalam al Qur’an surat al An’am ayat 44 Alloh swt berfirman :

 Adapun orang orang yang mendapatkan cobaan yang sesuai dengan kekuatan hambanya tentulah dia adalah hamba hamba yang beriman dan bertaqwa kepada Alloh, sehingga Alloh swt memberikan cobaan pada hamba tersebut atas.

Dan setelah di uji, maka mereka di beri pertolongan oleh Alloh swt.

Dan kalau memang di orang beriman dan bertaqwa kepada Alloh swt. Maka setiap cobaan,setiap kesulitan, di jamin oleh Alloh swt, akan di beri jalan keluar yang gampang dan tidak di persulit.

Kiranya firman Alloh swt dalam surat at Tholaq ayat 2,3,4,5 ini bisa menjadi patokan, bagaimana Alloh menjamin orang orang yang bertaqwa dan beriman kepada Nya

Artinya : (2) Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.

(3) Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

(4) Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa idahnya) maka idah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.

(5) Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.

Demikian semoga bermanfaat, barokah.

Penanggung Jawab Posting berita: SUPRIYNTO DIREKTUR EKSEKUTIF PT.PRIA SAKTI PERKASA No: AHU-13286.40.10.2014 NPWP 70.419.437.2-602.000. Sekretariat: Jalan Raya Kemantren 82, Terusan, Gedeg, Mojokerto, www.jejakkasus.info

Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar :



 
Support : Jejak Kasus
Copyright © 2013. Jejak Kasus - All Rights Reserved